Pencapaian oleh apollo 11 menjelajahi bulan tergambar begitu hebat, yang dibayangkan adalah pertanyaan akan bagaimana hal tersebut dapat terlaksanan. Bandingan antara teknologi masa sekarang dengan pada saat itu cukup jauh, “penguasaan komputer meski hanya dengan level user” memberi cakupan luas akan “memperbandingkan” antara terpisahnya dua masa itu oleh abad membagi. Internet memberikan luas hubungan antara orang dalam jaringan, dalam jangkauan pulau, jangkauan negara dan benua, dan…
membayangkan game mass effect trilogi, nantinya apabila jiwa masih mendiami raga beberapa puluh tahun berikut, EXTRANET.. akan menjadikan terjalin hubungan antar planet..
hehe.
Apollo 11 diawaki oleh tiga orang berteknologi tahun 70 – an dan berhasil mendarat di bulan, sekarang source code yang digunakan oleh teknologi itu seakan tidak berarti?
Disitus Nasa sudah dijelaskan tutorial keseluruhan seluk-beluk rangkaian roket apollo 11. Pasti sudah banyak website yang mengulas kembali data-data pada website milik negeri paman Sam itu. Mungkin akan terasa basi untuk menulis kata “hebat” lagi beberapa kali, tapi meski begitu tetap akan ditulis juga bahwa sungguh hebat apabila -mengandaikan- bisa ke-bulan dengan menginjakkan kaki sendiri dibulan, terlebih pada planet ataupun benda langit lainnya. Tapi tidak bercita-cita untuk jadi astronot bagaimanapun, karena cita-cita sesungguhnya adalah menjadi salah seorang yang dibelakang semua tech itu terealisasi, “Hahaha…. memang terlalu tinggi dengan IQ pas-pasan”.
Bertolak mundur akan cita-cita, pertama kali bercita adalah menjadi seorang polisi. Sekitar tahun 1990- an fantasi anak-anak untuk menjadi orang yang hebat terbatas pada figur tertentu yang sangat mencolok, yang pada masa itu dilakoni pak polisi dalam membasmi penjahat. TV dominan pada masa itu, dan komputer hanya terlewat begitu saja. Beberapa tahun berikut berganti lagi “obsesi cita untuk menjadi…”. Kali ini malah tambah parah karena figur yang tampil adalah tokoh comic. Dragon ball pertama diperkenalkan teman kelas (nama depan: brian) SMP tahun pertama yang memberi fantasi hebat akan kekuatan superhero, disini dapat patut diakui kekuatan cerita bergambar untuk melukiskan dunia fantasi yang diluar akal manusia, dan manusia dan makhluk lain yang hidup didalamnya. Dengan kekuatan yang memungkinkan dalam dunia nyata ‘comic’ terpengaruh sampai akhirat, dan sebaliknya. Tahap ketiga adalah konklusi, kali ini cita diharap adalah hal hebat namun masih memcakup dunia senyata mungkin. Tahap satu dan dua mempengaruhi keputusan ini. Disisi satu sisi memberikan solusi akan adanya pengetahuam yang tentu secara nyata sungguh kekuatan yang luar biasa apabila dimiliki, dan yang kedua memberi saran akan teknologi dalam menembus hal yang mustahil. Tidak secara jelas kedua menyatakannya namun disitu inti sari konklusi bahwa dengan kesempatan aneh ( serendipity adalah kata yang menggambarkan kebetulan, tapi terlihat begitu nyata, dan begitu nyata pula apabila sebaliknya ) sekarang cita-cita berubah menjadi Computer Security.
Nanti tidak pasti cita-cita akan berganti lagi, tapi untuk sekarang adalah tinggal berjalan selangkah demi selangkah. Tujuan adalah fatamorgana, karena -aerosmith- hidup ternyata adalah perjalanan.
Z








